Tol Babak Belur Terpukul Covid-19, Nasib Proyek Tol Jalan?

Jakarta – Volume lalu lintas jalan tol kompak anjlok di masa pandemi Covid-19. Apakah ini akan berdampak pada iklim investasi tol.

Sekjen Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) Krist Ade Sudiyono menyebut, iklim investasi tol dalam situasi saat ini ikut jadi perhatian banyak pihak.

“Para pemangku kepentingan bersama asosiasi jalan tol senantiasa memitigasi iklim dengan situasi pandemi Covid-19,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (28/5).

Selama ini, menurutnya model pengadaan infrastruktur di Indonesia didominasi oleh penugasan kepada BUMN. Belakangan, pemerintah mulai menggalang keterlibatan swasta.

“Pemerintah berharap partisipasi badan usaha privat. Itulah model bisnis yang saat ini ada KPBU, dalam kondisi ini diuji apa suitable untuk situasi Covid-19,” katanya.

Dalam kacamata dia, meski saat ini sedang diuji, bisnis tol tetap punya masa depan. Menurutnya, goncangan yang terjadi tak akan bertahan lama, namun ke depan akan segera bangkit.

“Kalau saya sendiri melihat situasi seperti ini, industri jalan tol adalah business resilience. Memang ada goncangan, tapi jangka panjang tren potensi terus membaik. Kalau pandemi berakhir 

Dari kacamata itu industri ini menarik,” katanya.

Ia menegaskan bahwa proses konstruksi tol-tol yang masih berlangsung harus tetap berlanjut. Sejauh ini, dia bilang juga belum ada keputusan pemerintah untuk menghentikan proyek.

“Tidak ada sebuah keputusan yang mengatakan konstruksi berhenti. Kita dengan Kementerian PUPR koordinasi bahwa konstruksi di lapangan berjalan dengan protokol ketat,” katanya.

Keberlanjutan konstruksi ini menurutnya mengusung dua misi utama. Pertama yakni penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat. “Kedua misi besar infrastruktur harus ready pasca Covid-19 supaya bangsa ini bisa terus berlari,” katanya.

Sumber –> cnbcindonesia